Rabu, 21 September 2011

PRA PON XVIII CABANG GULAT DI JAWA TENGAH


Berdasarkan surat keputusan dari PB PGSI Nomor 09 tahun 2011, Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan nasional/ babak kualifikasi PON XVIII cabang Gulat. Kejuaraan ini akan dilangsungkan pada tanggal 18 - 23 Oktober 2011 di GOR Patriot Kompleks Markas KODAM IV/Diponegoro. Pada Pra PON ini dipertandingkan 21 kelas yang terdiri dari 8 kelas di gaya grego roman, 5 kelas di gaya bebas putri dan 8 kelas di gaya bebas putra. Bertindak sebagai technical Delegade adalah BP Wilbertus Sihotang (PB PGSI), Ketua panitia Bp FX. Adiarto (Ketua Umum) Pengprov PGSI Jawa Tengah. Dengan dukungan dari semua pihak, seluruh panitia dan masyarakat gulat Jawa Tengah bertekad membuat "SUKSES PENYELENGGARAAN" dan "SUKSES PRESTASI". Informasi dapat ditanyakan di sekretariat PGSI Jawa Tengah sekaligus sebagai sekretariat Kejuaraan di Jl, Brigjend Sudiarto No. 226 Semarang Telp. (024) 6719933.

Senin, 27 Juni 2011

PPDB YANG SULIT


Tahun ini adalah tahun tersulit dalam PPDB dibanding dengan tahun-tahun yang sudah. Bayangkan saja (jangan dipraktikkan he he he) sekolah negeri di daerah saya kok sampai kekurangan murid baru. Menurut saya hal ini disebabkan oleh jumlah lulusan SD yang semakin sedikit sementara SMP/sederajat dari tahun ke tahun semakin banyak, bahkan sekarang ini hampir disetiap Desa terdapat SMP atau MTs (Negeri/Swasta). Hal tersebut tidak sebanding dengan jumlah SD/MI yang ada yang merupakan sumber utama dari calon murid baru itu. Rata-rata setiap Desa hanya terdapat 2 SD/MI yang masing-masing SD/MI hanya punya murid kelas VI sejumlah antara 12 - 26 siswa. Atau rata-rata setiap desa mempunyai jumlah murid 19 siswa, hal ini berarti SMP/Mts di desa itu ya hanya punya murid yang berasal dari desa itu yaitu berkisar 38 siswa. Plus minus jika terdapat calon siswa yang berasal dari desa lain atau yang "mblorot". Hal inilah yang menjadi pemicu diterapkannya praktik-praktik yang kurang mendidik (bahkan cenderung kotor karena diisi dengan keterangan yang tidak benar tentang sekolah lain) dalam hal promosi dan perekrutan calon peserta didik baru.
Jika hal ini terjadi sampai bertahun-tahun, mungkin saja yang dialami oleh beberapa SD akan menimpa pula di SMP/Mts pinggiran yang rata-rata belum menjadi sekolah favorit, yaitu digabung dengan sekolah yang lain. Saya berharap hal ini menjadi bahan renungan kita bersama untuk mencarikan solusi yang terbaik yang dapat diterima semua pihak dengan legawa. Semoga slogan pemerintah yakni "sekolah swasta dapat menjadi mitra bagi sekolah negeri" dapat betul-betul terwujud. Bukan sebagai lawan yang saling menjatuhkan tetapi sebagai kawan untuk memajukan pendidikan bersama-sama.

Sabtu, 08 Januari 2011

REFRESHING BARENG BIG FAMILY


Setelah semua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing setiap hari, sangat dibutuhkan suasana baru yang beda dari biasanya. Suasana ini harus mampu membuat fresh sehingga kita mampu kembali bekerja dengan semangat baru. Untuk itu kali ini kami 6 /enam bersaudara (Edy Setiono, Rubianto Hadi, Tri Susilo Hadi, Aris Wibowo, Arif Sugiharto dan Indriyati) lengkap dengan keluarga masing-masing (minus mas Iwan yang masih lemas karena baru sembuh dari sakit terpaksa gak bisa ikut) pergi ke kolam pancing Ken Dedes yang berlokasi di Weleri Kendal tepatnya dekat pantai Sikucing. Senang rasanya kami semua dapat berkumpul yang kian menambah kedekatan dan menambah erat tali persaudaraan.
Gelak tawa, senda gurau dan canda riang antar anak-anak kami semua menambah semarak suasana. Mas Danendra selalu berteriak kegirangan setiap kail Bapaknya mendapat ikan kala memancing. Angin semilir pantai yang berhembus kian membuat sejuk hati kami. Menu makanan yang beraneka yang kami pesan pun telah tersaji. Bersama-sama kami melahap dengan sesekali diselingi desah nafas yang kepedasan sambel ikan bakar, namun itu tak membuat kami jera. Kamipun berjanji akan kembali suatu saat nanti.

Kamis, 06 Januari 2011

NILAI AKREDITASI SMP NEGERI 2 GAJAH 91(A)


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas karunia dan bimbinganNya sehingga sekolah kami mendapatkan nilai akreditasi A (nilai 91). Hasil ini telah diumumkan oleh Dinas Pendidikan pemuda dan Olahraga Kabupaten Demak pada akhir Desember 2010 lalu dan sertifikat akreditasinya juga sudah kami terima. Sebenarnya pelaksanaan akreditasi ini telah dilaksanakan pada tanggal 28 dan 29 Juli 2010 yang telah lalu. Yang menjadi assesor pada sekolah kami (SMPN 2 Gajah) adalah Yth. Drs. Yazid Jamil, M.Ag. (Kota Semarang) dan Yth. Drs. Karmain (Kab. Grobogan). Berkat kerjasama yang solid antara semua warga sekolah dan usaha keras yang tanpa kenal lelah dan tanpa putus asa serta dengan semangat yang membara, akhirnya hasil yang sangat memuaskan telah kami raih. Semoga hasil ini dapat kami pertahankan pada saat akreditasi 5 tahun mendatang syukur-syukur dapat kami tingkatkan. Karena memang meski sdh mendapat nilai 91 (A) masih terdapat beberapa hal yang masih perlu dibenahi dan ditingkatkan agar dapat meraih hasil yang lebih baik lagi. Saya yakin dengan kondisi rekan-rekan yang semangat seperti ini, hasil positif pasti dapat kami raih. Insya Allah.

Rabu, 03 November 2010

Wisuda D 4 Kebidanan STIKES YAHUD SMG


STIKES Karya Husada Semarang pada tanggal 19 Oktober 2010 telah mewisuda 500-an mahasiswa mulai dari S1 Keperawatan, D3 Keperawatan, D 4 Kebidanan dan D3 Kebidanan. Senang rasanya karena istriku termasuk dalam mahasiswa D4 Kebidanan yang diwisuda tersebut. Akhirnya perjuangan tanpa kenal lelah sudah mencapai "koma" tanpa pernah "titik" untuk diteruskan pada suatu tugas dan amanah yang harus diemban sebagai seorang Bidan yang profesional yang memiliki kompetensi lebih. Bersama 55 orang bidan dari Kabupaten Demak, istriku diwisuda yang mengambil tempat di MAJT (Masjid Agung Jawa Tengah) ...."tentunya tidak dimasjidnya tetapi di Balai Pertemuannya he..he..he.." Sekarang gelar istriku tidak lagi A.M.Keb tetapi sudah S.SiT. Senang dan bahagia rasanya. Semoga sukses selalu dan dapat menjadi motivator bagi rekan-rekan bidan yang lain untuk terus menempuh studi serta bagi anak-anak dikemudian hari.

Kejurnas Gulat Senior 2010


Dengan berkekuatan 14 pegulat putra (7gaya grego dan 7 gaya bebas) dan 3 pegulat putri, kontingen Jawa tengah berangkat menuju Kejurnas Senior tanggal 25 - 31 oktober tahun 2010 di Yogyakarta. Mereka yang bertanding di gaya grego adalah Sugiarto (50 kg), Tristian (55), Muh Ridwan (60), Agus Prasetyo Nugroho (66), Ngabdi Manggiyo Mulyadi (74), Wanila (84) dan Sutrisno (96). Untuk gaya bebas putri adalah Vicky (48 kg), Susanti (51) dan Wuri (55), sedangkan untuk gaya bebas putra adalah Santoso (50 kg), Loudy (55), Agung Yulianto (60), Nor Zabidi (66), Catur Jarot (74), Jumain (84), dan Ukky Juli (96). Yang bertindak sebagai pelatih adalah Rubianto Hadi dan Aris Wibowo serta manager Sujarwo.
Walaupun dengan persiapan yang sangat kurang dan waktu yang mepet, namun mereka berangkat dengan semangat membara untuk minimal meraih prestasi yang sama dengan tahun 2009 lalu-syukur syukur lebih baik lagi. Namun apa daya persaingan sudah sangat berat dan kekuatan merata. Siapa yang lebih siap dialaah yang akan menjadi pemenang. Syukur Alhamdulillah kontingen Jawa Tengah pulang tidak dengan tangan hampa. 1 medali emas atas nama Jumain dan 1 medali perunggu atas nama Wanila berhasil dibawa pulang. Dengan demikian Jumain lolos dalam seleksi Tim Gulat Sea Games 2011 Indonesia. Karena kejurnas kali ini juga dijadikan ajang seleksi untuk pembentukan Tim Gulat dalam Sea Games 2011 nanti. Semoga hasil ini dapat kami tingkatkan lagi pada kejurnas babak Kualifikasi PON XVIII di Palembang tahun 2011, tentunya dengan latihan dan perjuangan yang lebih keras lagi. Amin...amin...amin.

Sabtu, 20 Maret 2010

GULAT : MAGANG PELATIH GULAT KE KOREA


Kami bertiga : Sujarwo dari Jawa Tengah, Surya Saputra dari Kalimantan Selatan dan Moh. Yasser Gregorias dari Jawa Timur diberi kesempatan oleh PB PGSI untuk magang sebagai pelatih gulat di Korea Selatan. Tim berangkat dari bandara internasional Soekarno Hatta pada hari Rabu tanggal 2 Desember 2009 pukul 22.00 WIB dengan pesawat KOREAN AIR. Perjalanan ditempuh selama 5 jam lebih 15 menit sampailah di bandara Inceon dengan suhu udara sekitar 8 derajat Celcius. Kami mendarat di sana sekitar pukul 5 pagi. Waktu Korea Selatan lebih cepat 2 jam dibanding dengan WIB. Setiba disana kami disambut oleh Mantan Pelatih Gulat Tim Nasional Indonesia YOU MOUNG AN. Dengan naik bus bandara kami menuju kota GWANG JU, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 5 jam melalui jalan bebas hambatan.

Di sana kami magang di 3 sekolah olahraga dan 1 Universitas yaitu pada : Physical Education Midle School, Physical Education High School di Kota Gwang Ju dan pada Physical Education High School di kota Muan serta pada Chosun University.

Banyak ilmu dan pengalaman yang kami dapat selama magang di sana. Yang jelas pada intinya :
1. Pegulat dicetak dan mulai belajar berlatih gulat sejak kelas 1 SMP (sebelum itu tidak diperbolehkan).
2. Latihan dilakukan secara kontinyu setiap hari, pagi selama 1 jam dan sore selama 3 jam (untuk sekolah setingkat SMA latihan ditambah siang hari selama 1 jam pada hari-hari tertentu) sehingga kondisi fisik selalu terjaga tanpa harus melalui TRAINING CENTRE secara khusus menjelang suatu kejuaraan.
3. Latihan Teknik diberikan kepada setiap anak sampai anak betul-betul menguasai sampai dapat melakukan teknik tersebut secara efektif dan efisien (terkadang satu hari atau lebih hanya mempelajari 1 macam teknik saja).
4. Sarana dan prasarana fasilitas latihan terpenuhi (Setiap sekolah mempunyai minimal 2 lapangan/ matras gulat yang dipasang secara permanen (tidak bongkar-pasang) serta memiliki fasilitas weight training yang memadai.
5. Semua atlet diasramakan di sekolah, sehingga pada jam-jam latihan (pagi/sore) tidak ada anak yang terlambat datang ke tempat latihan. Bagi anak yang sedang cidera, kepadanya diberikan porsi latihan secara khusus.
6. Selama latihan, anak tidak diberikan waktu untuk istirahat secara khusus akan tetapi istirahat aktif diberikan disela-sela pengarahan dari pelatih saja (anak tidak ada yang duduk untuk istirahat).
7. Setiap sekolah memiliki minimal 3 orang pelatih, yaitu pelatih kepala, pelatih gaya grego dan pelatih gaya bebas.
8. Bagi pegulat sekolah yang berprestasi ditingkat nasional, dilatih secara khusus dan dipusatkan di kota SEOUL.

Program magang ini berakhir pada tanggal 15 Januari 2010. Pada saat itu di Korea Selatan sudah musim salju dan suhu udara pada saat akan pulang berkisar sekitar -11 derajat Celcius. Sungguh sangat kedinginan. Kami kembali ke Indonesia dengan membawa segunung harapan dan impian untuk memajukan prestasi gulat nasional untuk mengembalikan prestasi gulat Indonesia yang pernah jaya di Kawasan Asia Tenggara dan mampu berbicara di tingkat Asia maupun Dunia/Olimpiade. Semoga terkabul. Amin...amin....amin.

Kami tiba di Indonesia dengan selamat, dan....... salju yang kami bawa dari Korea Selatan sebagai oleh-oleh buah tanganpun hilang mencair ha.....ha.....ha......